Cerita dari Pontianak
Ini sebuah cerita dari daerah dari Kalimantan…..
Seminggu ini aku berputar putar dari bengkel bengkel resmi user perusahaanku yang berada di pedalaman Kalimantan. Sebenarnya ga pedalaman banget, paling jauh kemarin ke Sanggau kurang lebih 250 km dari Pontianak. Singkat cerita aku bertemu dengan pemilik bengkel. Dia bercerita, tentang mekaniknya yang pergi begitu saja minggu lalu tanpa ada cerita dan tidak mau kembali lagi ke tempat dia bekerja. Tiba tiba dia mau kembali lagi bekerja asalkan pemiliknya menelepon dia. Hahahaha, kebayang banget ga? Si pemilik bercerita, inilah suasana kerja di daerah. Dimana orang yang punya kemampuan itu belagu. Aku masih ga abis pikir. Bisa bisanya orang kerja, yang punya modal malah jadi kayak buruh.
Aku simpan cerita ini dan melanjutkan perjalanan. Saat bercerita dengan pemilik bengkel yang lain, cerita yang sama aku dengar. Kaget juga mendengarnya. Kalau memang cuman satu kasus, ga masalah, bisa jadi orangnya bermasalah. Tapi ini dua tempat kerja mengeluhkan hal yang sama. Esok harinya saat mampir bengkel yang ketiga, cerita sama aku dengar. Ini sesuatu yang aneh…..
Akhirnya ada beberapa pelajaran buat diriku
1. Hargailah sebuah proses dan bukan hasil akhir. Hampir semua mekanik yang ada di sana, melihat buka bengkel itu sesuatu yang gampang. Proses itu adalah sesuatu yang tak dapat dihargai dengan duit apapun.
2. Dalam dunia kerja, saat idealisme bertemu dengan kebutuhan, pikirkanlah pilihan apa yang akan diambil.
3. Saat ambil suatu pilihan, pikirkanlah juga konsekuensi yang terkandung didalamnya.
Cerita ini bukan berniat untuk menggurui siapapun. Hanyalah untuk catatan bagi diriku sendiri di kemudian hari……