Archive for September, 2007

Bulan penuh berkah

Monday, September 17th, 2007

Bulan puasa, bulan yang penuh rahmat. Sejak SMA kita kita yang tidak berpuasa selalu berprinsip, bahwa adalah kewajiban bagi kita umat yang tidak berpuasa untuk menggoda orang yang tidak berpuasa, hahahahaha. Mungkin bagi sebagian orang pikiran saya ini terlalu radikal. Tapi bukankah berpuasa itu untuk melawan hawa nafsu, termasuk didalamnya nafsu untuk marah dan nafsu makan minum tentunya.
Mungkin karena saya belum pernah berpuasa, jadi saya melakukan hal itu:)
Sama seperti dalam news dot com tadi malam. Kenapa ada undang undang perda yang baru , dimana kalau kita beri uang pada pengemis maka kita akan dipidana denda dan penjara. Kenapa? Mungkin karena si pembuat undang undang belum pernah tahu rasanya jadi pengemis.
Kembali ke hal berpuasa, di Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduknya muslim,  mempunyai kebijakan yang luar biasa di saat bulan puasa. Masih ingat saat sekolah? Saat saat bulan puasa merupakan saat yang menyenangkan. Di saat awal puasa, kita diliburkan. Kemudian jam belajar mengajar juga dikurangi. Dan terakhir libur 2 minggu di saat lebaran. Sebenarnya banyak yang ga setuju dengan kebijakan ini, bahkan saya sering sharing dengan teman teman saya dulu , mereka malah kebingungan saat menghabiskan waktu di rumah saat liburan. Masak di bulan puasa mo nonton fashion tv:)
Oya, lebaran ini untuk pertama kalinya saya menjadi pemudik. Pasti banyak cerita besok. Apakah saya kejepit di jendela atau tidak, itu urusan nanti. Mungkin berkumpul dengan keluarga itu tidak bisa dihargai dengan apapun.
Saya sangat salut dengan mereka yang berpuasa. Pernah saya ikut berpuasa dan hasilnya saya tipus, mungkin karena saya tidak ikhlas menjalankannya:p
Saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi semua yang menjalankan…………

Play your role………

Monday, September 17th, 2007

Sedang suntuk banget itu yang aku rasakan sekarang.
Rasa hampa menghampiri hati ini. Aku merasa ga dapat soulnya saat berada di bidang kerjaku sekarang. Damn! Semakin belajar, semakin tebal kabut itu kurasa. Saat chatting, aku mendapat semangat yang luar biasa. Ternyata kita semua adalah pemain sandiwara. Kita sudah diberi peran masing masing oleh Sang Sutradara. Mungkin peran yang kita mainkan itu tidak sesuai dengan yang kita inginkan tapi mungkin Sang Sutradara memandang lain. Mungkin Dia beri kita peran itu, karena Dia anggap kita mampu memerankannya. Jadi jangan pernah menyerah dengan peran kita. Mainkan dengan sebaik baiknya dan berusahalah menjadi bintang panggung kehidupan. Jangan sampai penonton kecewa dengan perfomance peran kita.

Berikanlah hatimu kepada seluruh manusia, niscaya mereka memberikan hati mereka sepenuhnya kepadamu
Menyalakan lilin lebih baik daripada menyebarkan kegelapan. Bagi seorang buta, semua warna sama.
Kombinasi semangat dan keterampilan akan membuahkan hasil yang luar biasa.

Thanks, i love u at all………………

Belajar tu sulit

Thursday, September 13th, 2007

Belajar itu membutuhkan kerendahan hati. Ada seorang jemaat di gereja kami yang saat mendapat pelatihan paduan suara melakukan gerakan gerakan yang menurut kami lucu. Dia memonyongkan bibirnya dan mengeluarkan suara suara mirip, maaf, kentut. Lucu sekali bagi kami yang menyaksikan kejadian itu. Setelah tahu dia ternyata adalah pelatih koor juga di wilayahnya, diam diam saya mengambil kesimpulan, bahwa belajar itu membutuhkan kerendahan hati. Siapa pun tidak akan mau kelihatan bodoh atau culun di depan teman temannya atau lingkungan dimana ia berada. Sekarang saya tahu, bahwa ternyata orang yang menganggap bahwa dirinya adalah kecil dan tidak bisa apa apa memiliki kemauan belajar yang tidak bisa dicegah siapapun juga…………

Jadilah tuhan atas dirimu sendiri

Thursday, September 13th, 2007

Malam ini, saya mendapatkan sms kaleng yang isinya menjelek jelekkan mantan saya. Saya masih tidak habis pikir kenapa ada orang orang yang melakukan hal hal seperti itu. Mungkin dia akan baca blog ini mungkin juga tidak. Jadi teringat akan kisah Yesus dengan Maria Magdalena, sang pelacur. Saat sang pelacur hendak dihakimi massa dengan hukum rajam batu, Tuhan membuat lingkaran dan mempersilakan orang yang MERASA tidak berdosa alias SUCI untuk melaksanakan hukuman tersebut.
Terima kasih Tuhan untuk mengingatkan bahwa kami pun penuh dengan dosa dan tidak sepantasnya menghakimi sesama kami. Ajarkan kami untuk menerima orang apa adanya. Dan ingatkan kami selalu bahwa kami bukanlah tuhan atas sesama kami yang mengatakan kebenaran adalah milik kami.

Gembira itu universal?

Thursday, September 13th, 2007

Beberapa hari saya ke Dufan bersama sama teman satu kost. Dunia Fantasi, begitu orang menyebutnya, merupakan salah satu tujuan wisata bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Karena waktu itu bukanlah hari libur, maka antrean tidak begitu panjang. Tidak banyak perubahan di DUfan dari dulu sejak sekarang. Pertama masuk kita akan disambut oleh badut badut yang mengenakan baju khas Dufan (saya malah tidak tahu namanya, yang pasti ada si monyet dengan hidungnya yang besar dan si katak kayak kermit itu). Wahananya (arena bermain) pun tidak banyak berubah. Hanya ada tambahan tornado (yang katanya lumayan menakutkan), itu adalah salah satu tujuan saya bermain ke DUfan sekarang, sampai dibantu bolos kerja:)
Saat saya mengamati wahana wahana yang ada, saya melihat fenomena bahwa sebagian besar pengunjung Dufan adalah orang dewasa. Tidak mengherankan karena untuk bermain pun dibutuhkan tinggi minimal 125 cm, dan bukan usia (kasian si Ucok Baba, kira kira dia bisa maen ke Dufan nggak ya?). Beberapa wahana yang tidak membutuhkan tinggi badan seperti Istana Boneka, dan Istana Kera (sempat keki juga waktu masuk, kirain ada pertunjukan apa, ternyata adalah pertunjukan boneka. Waktu itu saya bersama ponakan saya yang masih usia TK, dan si anak itu sendiri bosan dengan pertunjukkan si Kera yang bermain musik:p)
Kembali ke fenomena tadi, akhirnya saya ambil kesimpulan bahwa dunia bermain bukanlah melulu milik anak anak. Orang dewasa pun membutuhkan kegembiraan yang mungin diperoleh dengan bermain main di Dunia Fantasi dan bukan diperoleh dari narkoba atau dari obat obatan terlarang. Mungkin kalau anda merasa penat dengan urusan kerjaan atau urusan keluarga, ada baiknya anda mencoba semua wahana di Dufan, dan berteriaklah sekeras kerasnya untuk luapkan emosi yang ada.